
Sarawak , Malaysia .& Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Ke empat propinsi ini sebagian besar daerahnya dihuni oleh sukubangsa Dayak, yang terdiri dan beberapa anak sukubangsa. Walaupun demikian di daerah-daerah pesisirnya terdapat juga beberapa sukubangsa yang berasal dan puak melayu seperti suku Banjar dan Mandar di Kalimantan Selatan serta Melayu Pontianak di Kalimantan Barat.
DAYAK Sebagian besar orang Dayak berdiam di wilayah kalimantan Tengah, Sarawak Malaysia , Timur, Barat, serta sebagian kecil di Kalimantan Selatan. Sukubangsa Dayak terdiri atas beberapa sub-sukubangsa, antara lain Iban, Maanyan, Ngaju, Kenyah, Lawangan, Murut, dan sebagainya.
Sistem kekerabatan orang Dayak ditarik berdasarkan prinsip patrilineal, dengan bentuk kekerabatan yang terpenting adalah keluarga luas. Sebuah keluarga luas mendiami sebuah rumah besar yang disebut betang atau balal atau lamin. Di rumah besar mi pula orang Dayak mengadakan upacara dan kegiatan keagamaan. Gabungan beberapa keluarga luas berorientasi pada satu nenek moyang yang sangat dihormati. Penghormatan terhadap roh nenek moyang berkaitan erat dengan sistem kepercayaan mereka.
Sistem kepercayaan orang Dayak, yang meliputi kepercayaan terhadap roh-roh, disebut kaharingan. Mereka percaya bahwa roh orang meninggal akan menuju ke suatu tempat yang disebut alam datu tunjung punu gamari. Agar dapat mencapai tempat itu harus diadakan upacara-upacara khusus yang dipimpin oleh walian atau belian. Selain itu ada pula pemimpin informal dalam masyarakat tersebut, misalnya pangulu, mantir, dan pembakal.
Secara keseluruhan sistem pengetahuan orang Dayak dikaitkan dengan sistem kepercayaan mereka. Pengetahuan tentang bertani, ilmu gaib, dan sebagainya selalu dikaitkan dengan kepercayaan terhadap roh-roh. Kesenian mereka umumnya dibuat untuk keperluan upacara adat dalam rangka menghormati roh nenek moyang. Upacara adat yang menonjol adalah yang berkaitan dengan roh, yaitu upacara membatur dan membuntang.